Ledakan Beruntun Guncang Bangkok
Puluhan orang, termasuk sedikitnya seorang warga asing, mengalami luka-luka menyusul serangkaian ledakan di Bangkok, Thailand, Kamis malam 2 April 2010. Ledakan-ledakan yang antara lain berasal dari lemparan granat tersebut juga menewaskan sedikitnya satu orang.
Juru bicara militer, seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, mengatakan, belum jelas siapa yang melemparkan granat tersebut. Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva segera melakukan rapat darurat dengan para pejabat keamanan Thailand. Dalam peristiwa ledakan ini, sekitar 45 orang terluka.
Menurut saksi mata, setidaknya satu ledakan terjadi di stasiun kereta di jantung distrik bisnis Bangkok. Koresponden BBC di Bangkok mengatakan, kelompok demonstran Kaos Merah berada di posisi siaga, menantikan apa yang akan terjadi berikutnya.
Sebelumnya, juru bicara militer Kolonel Sunsern Kaewkumnerd memperingatkan bahwa tenggat waktu bagi para demonstran yang sebagian besar merupakan pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra tersebut telah usai.
"Bila terjadi penumpasan aksi oleh militer, orang-orang tak berdosa akan terluka," kata Sunsern. "Kalau kita bergerak, kita bisa menangkap para pemimpinnya," lanjutnya.
Ledakan-ledakan malam ini terjadi di tengah pertikaian aparat kepolisian dengan kelompok Kaos Merah yang menuntut agar parlemen dibubarkan dan Abhisit mengundurkan diri.
Dalam aksi unjuk rasa yang telah berlangsung sejak pertengahan Maret lalu, ribuan pendukung Kaos Merah yang rata-rata berasal dari kelas sosial menengah ke bawah juga menuntut agar pemilihan umum segera digelar.
VivaNews








